Blogger Layouts

Senin, 24 Oktober 2011

Historisme & Narativisme

Filsafat sejarah: kelompok 31 
1. Suastiani 
2. Fernandi Aris 
3. Yongki Leonardo

A.   Latar Belakang Historisme
Supaya dapat memahami historisme dengan baik ada gunanya bila memaparkan terlebih dahulu 2 cara yakni:
·   Sumber pertama yang dikemukakan pada abad ke-18 oleh para peneliti sejarah
·   Sumber kedua yang diutarakan dalam teori tentang hukum alam di Jerman
Sumber Pertama :
·   Pada abad ke-18 pengetahuan historis dinilai skeptis oleh Descrates.
·   Namun historis mengalami kemajuan sejak berlangsungnya masa Renaissance.
Sumber Kedua:
Ø Sumber selanjutnya historisme ialah hukum alam  seperti di kembangkan di jerman hukum alam di prancis serta Inggris.
Ø Hukum alam di jerman memisahkan diri dari universalisme dalam hukum alam di eropa.
B.   Empat Arti Istilah Historisme
Istilah historisme diartikan menurut cara2 yang selalu bertolak belakang namun ada 4arti yang paling penting
·      Historisme ditafsirkan sebagai anggapan bahwa seorang peneliti sejarah harus memahami masa silam.
·      Suatu tuntutan untuk dapat memberikan seorang sejarawan sebuah pengahayatan terhadap sejrah itu sendiri sebagai pelaku sejarahnya.
·      Historisme sering digunakan untuk menunjukkan sistem-sistem spekulatif tentang sejarah.
·      Historisme merupakan pendapat tentang pendekatan historis terhadap suatu kenyataan.
C.   Bentuk-Bentuk Ide Historisme
ü Ide historis selalu mengalami perwujudan yang bersifat unik dan karakteristik.
ü Ilmu historis selalu tidak menolak secara mentah pendekatan yang mencari keterangan kausal pada masa silam dengan bantuan ilmu sosial.
ü Pengkajian sejarah justru dilakukan untuk menampilkan perbedaan-perbedaan antar kurun waktu yang telah terjadi.
ü Ide historis mampu menggerakkan suatu periode tidak dapat ditentukan secara apriori.
D.   Kritik Terhadap Historisme
·   Historis pada awalnya hanya berfokus pada ilmu politik.
·   Pendekatan historis muncul dengan diilhami oleh ilmu sosial
·   Sifat historisme yang meneghasilkan suatu relativitas etis.
NARATIVISME
Narativisme berasal dari kata latin “narratico”. Cerita dalam tradisi narativistis semua perhatian di tujukan pada kenyataan bahwa pengetahuan historis terwujud dari cerita historis.Sekalipun ada kemiripan antara historisme dan narativisme namun ada pula perbedaan-perbedaan.Ide-ide historis memang imanen di dalam kenyataan bahwa ide-ide historis itu merupakan prinsip aktif yang memberi bentuk kepada masa silam.
Lalu bagaimana hubungan masa silam dan penafsiran naratif seperti di ungkapkan dalam istilah konsep pengikat, serta keterkaitan dengan di cetuskan oleh konsep itu? Narasi itu hendaknya kita pandang dalam keseluruhannya sebagai usul untuk memandang masa silam dari sudut tertentu untuk memandang kenyataan dari sudut pandang tertentu.Narasi dapat di umpamakan dengan sebuah metafora di sini pun dimensi faktual tentu saja hadir  artinya sama seperti narasi tersusun dari fakta-fakta sebelumnya.
Konsep-Konsep Sejarah
·   Konsep-konsep sejarah atau historis muncul dengan didefinisikan secara teliti.
·    Konsep-konsep sejarah menunjuk pada penafsiran-penafsiran sejarah itu sendiri dengan secara praktis dan tidak boleh dikembangkan dalam historis yang baru.
Periodisasi
·   Penulisan sejarah harus dibagi menurut periode-periode yang sesuai dengan peristiwa itu sendiri.
·   Berbagai peristiwa sejarah selalu memiliki proses sejarah yang mengatur sejak kapan masa sejarah itu bermula dan berakhir.
·   Proses penulisan sejarah menurut periodenya harus saling terkait atau bersifat koheren.


  1. Sumber pertama yang dikemukakan pada abad ke-18 oleh para peneliti sejarah
  2. Sumber kedua yang diutarakan dalam teori tentang hukum alam di Jerman
  1. Historisme ditafsirkan sebagai anggapan bahwa seorang peneliti sejarah harus memahami masa silam.
  2. Suatu tuntutan untuk dapat memberikan seorang sejarawan sebuah pengahayatan terhadap sejrah itu sendiri sebagai pelaku sejarahnya.
  3. Historisme sering digunakan untuk menunjukkan sistem-sistem spekulatif tentang sejarah.
  4. Historisme merupakan pendapat tentang pendekatan historis terhadap suatu kenyataan.